masyarakat dan pendidikan politik

Demokrasi bukanlah hal yang baru bagi masyarakat demikian juga bangsa indonesia, mungkin sering kita mendengar bahwa demokrasi itu sendiri muncul pada jaman yunani kuno, memang benar juga. Bangsa Indonesia jauh sebelum masuknya bangsa barat, telah mengenal demokrasi. bahkan sebelum masuknya pengaruh Hindu Buddha. pengangkatan kepala suku yang dipilih bersama-sama oleh kelompok masyarakat merupakan bukti bahwa demokrasi sudah jauh terpatri dalam kehidupan masyarakat indonesia sejak  jaman presejarah, jadi sejak sebelum budaya hindu Buddha serta kebudayaan yunani (eropa), demokrasi juga sudah ada dimasyarakat indonesia.

Pemilihan umum langsung yang sekarang menjadi trend, harus mampu untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat indonesia.  Sebagai negara yang melaksanakan sistem demokrasi, maka diperlikan pemahaman yang memadai tentang politik bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berpendidikan rendah dengan kadar pengetahuan dan pemahaman yang sederhana. Memberikan pendidikan politik bukan berarti harus saat dekat pelaksanaan perta demokrasi, tapi lebih dari itu pemberian pendidikan politik hendaknya dilakukan melalui sosialisasi yang dilakukan setiap saat kepada masyarakat. Kampanye sebenarnya bukanlah pemberian pendidikan politik yang selama ini sering kita saksikan, karena kampanye membicarakan visi dan misi kepentingan  segelintir orang dengan kendaraan partainya untuk mencapai tujuan.

Tak heran kita jumpai masyarakat sering mendefenisikan politik dengan pengertian yang negatif. Bahkan tak jarang masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya bukan karena mereka tidak mau, tetapi karena tidak paham.  Hal ini juga karena sering terjadinya berbagai perubahan terhadap penggunaan hak pilih masyarakat, akibatnya juga pemahaman serta pengetahuan masyarakat menjadi tidak terarah. Sebagai contoh adalah banyaknya masyarakat yang tidak memahami tata cara penggunaan hak suaranya untuk pemilihan umum tahun 2009 ini. Masyarakat yang dijumpai dibeberapa desa di Kab Buru sampai dengan dekatnya hari penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini, mengatakan dengan jujur mereka tidak paham sama sekali bagaimana harus menggunakan hak pilihnya. Bukan itu saja, beberapa tayangan media elektronik televisi sering memperlihatkan ribuan masyarakat yang kelihatan bengong dan tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana menggunakan hak pilihnya. Ribuan masyarakat menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak penyelenggara pesta demokrasi ini. Masyarakat pedalaman yang sama sekali tidak tersentuh media komunikasi serta media elektronik yang lain bagaimana lagi pemahaman mereka, ditambah lagi kalau mereka tidak mengenyam pendidikan.  Apalagi banyaknya para caleg yang banyak berweliweran untuk menjadi anggota legislatif  membuat masyarakat menjadi bingung, kebingungan ini ditambah lagi dengan tata cara pemilihan dengan cara mencontreng nama tanpa ada gambar para caleg yang menjadi pilihan mereka,  hal ini tentu akan menjadi kendala utama bagi masyarakat saat  pelaksanaan, khususnya bagi mereka yang sama sekali tidak dapat baca tulis. Sudah bisa diprediksi bahwa potensi kesalahan dalam pemilihan sangatlah besar sekali.  Kesalahan yang terjadi sebenarnya bukanlah karena unsur kesengajaan yang dibuat-buat, tapi memang terjadi karena murni ketidakpemahaman masyarakat dengan tata cara penggunaan hak pilih itu sendiri.

Menghindari ketisdakpemahaman dan kesalahan itu, maka pendidikan politik menjadi faktor yang sangat urgen.  Penerapan pendidikan politik dimasyarakat mestinya harus dilakukan dengan pendekatan yang sebaik mungkin dan sederhana tentunya. sebab untuk masyarakat awam, tentunya pendekatan teroritis bukan hal yang menarik, tetapi pendekatan praktis tentunya lebih bisa dipahami dengan penjelasan sederhana. Penyelanggara pesta demokrasi, tentunya harus melihat permalasahan ini dengan serius, karena kebijakan harusnya mampu menjawab apa yang menjadi kendala dimasyarakat.

oleh : sas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: