Masyarakat Madani

Selama ini pada umumnya masyarakat internasional  sering mengatakan bahwa civil society adalah sama dengan masyarakat madani. ini sebenarnya adalah merupakan salah satu kekeliruan besar tentang masyarakat madani maupun civil society. Banyak  pakar menyatakan demikian bahwa civil society adalah masyarakat madani itu sendiri. Sebut saja Nurcholis Madjid, yang sering menyebut konsep masyarakat madani sama dengan civil society. Civil Society lahir dari pemikiran serta peradaban barat dengan berbagai  bentuk budayanya. Dalam konsep masyarakat sipil atau Civil society yang berasal dari paham barat, didalamnya ada berbagai paham liberalisme, kapitalisme, kolonialisme, imperialisme serta berbagai isme-isme lainnya yang ada dibarat sana bercampur aduk menjadi satu yang kemudian melahirkan konsep masyarakat sipil atau civil society yang kemudian dipoles menjadi masyarakat demokrasi ala yunani. sehingga konsep yang dimaksud oleh Nurcholis Madjid bukan merupakan konsep atau masyarakat madani melainkan civil society

Berbeda dengan paham barat, masyarakat madani sesungguhnya adalah sebuah masyarakat yang berdasarkan nilai-nilai islam yang tertera dengan sangat jelas dalam Al-Quran serta memiliki nilai yang sangat baik serta tidak terkontaminasi dengan isme-isme lainnya baik itu dari barat maupun dari tanah arab itu sendiri. Dalam sistem yang berlaku dalam masyarakat madani demokrasi sesungguhnya  berlangsung dengan sangat baik. Hal ini karena keterbukaan semua komponen dalam sistem masyarakat ini. Tidak ada sekat antara pemimpin dengan masyarakat, masing-masing menjalankan tugas serta kewajiban dengan sangat baik. Ini terjadi, karena amanah yang diemban oleh semua komponen dalam masyarakat madani baik itu pemimpin (khalifah ) maupun masyarakat dipertanggung jawabkan dihadapan Allah yang  merupakan pemberi amanah, amanah atau tugas dianggap pemberian Allah bukan limpahan wewenang dari manusia. musyawarah menjadi hal yang sangat penting dalam segala urusan. Pemimpin dipilih melalui musyawarah. Musyawarah dalam sistem ini bukan seperti pemilihan umum yang harus ada perangkat lembaga lainnya.

Sistem dalam masyarakat madani ini, jelas  sangat jauh berbeda dengan dengan civil society menurut konsep barat. Dalam konsep civil society masyarakat barat, demokrasi kapitalis-liberalis  lebih menonjol, sehingga dalam prakteknya dan pelaksanaannya masyarakat kecil cenderung menjadi korban, hal ini disebabkan kekuasaan dipegang oleh kaum kapitalis yang memiliki modal besar. Keterwakilan sesunggunya bukan tidak untuk masyarakat pada umumnya tetapi lebih didasarkan pada kepentingan kaum kapitalis, sehingga tidak jarang muncul korupsi, masyarakat hanya di iming-imingi oleh para penguasa dengan sejumlah janji perubahan kehidupan yang lebih baik.

sistem masyarakat civil society mengarah ke demokrasi sebagaimana sistem yang berlaku pada masyarakat eropa (Yunani).  Kepemimpinan dalam sistem ini adalah bebas bagi semua orang dengan sejumlah persyaratan. Siapapun bebas menjadi pemimpin atau penguasa, asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan salah satunya adalah masalah identitas seperti Ijazah serta tingkat pendidikan tertentu serta kecakapan dan pengalaman organisasi. Masyarakat civil society, moral serta keimanan bukan menjadi modal utama, karena yang lebih utama adalah demokrasi liberalisme yang memisahkan antara agama dan politik kekuasaan. Pertanggung jawaban tugas dan kewajiban yaitu kepada dewan perwakilan ( manusia) sehingga jelas berbeda dengan masyarakat madani yang menganut konsep islam yang kaffah.

pada umumnya masyarakat yang ideal menganut sistem masyarakat madani yang benar-benar kaffah tidak ada satupun di dunia saat ini, sekalipun Arab Saudi yang dimana rumah atau kiblat ummat islam berada. Masyarakat Madani hanya terjadi pada masa Kepemimpinan Rasulullah SAW serta Khulafaur Rasyidin. Setelah berakhirnya periode mereka, umat islam terpecah dan terkotak-kotak kedalam kelompok-kelompok yang saling memusuhi. Hingga saat ini tidak ada lagi suatu masyarakat yang hidup sebagai masyarakat yang madani.

Indonesia yang dikenal sebagai negara dengan umat islam terbesar di dunia lebih banyak menganut konsep civil society, sangat jauh dari masyarakat madani. Demokrasi Yunani berkembang dengan sangat subur di Indonesia saat ini, sehingga Indonesia disebut-sebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia setelah Amerika. Karena Indonesia menganut sistem civil society liberalis,  maka tak heran banyak pertentangan didalamnya. Karena setiap orang bebas menyatakan pendapat dan berbuat apalagi disahkan dengan undang-undang  (kitab hasil pemikiran manusia /Dewan ). Muncul berbagai aturan perundang-undangan  yang menjadi landasan pijak bagi masyarakat saat ini di Indonesia selain Kitab Allah Al-Qur’an.

Entah sampai kapan semua ini akan berlangsung, yang jelas bahwa saat ini tidak ada satu negara pun di dunia ini, apalagi Indonesia yang menjalankan kehidupan masyarakat madani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: