Merosotnya Moral Remaja

Sebagai tulang punggung bangsa, penerus tongkat estafet, remaja punya peranan yang sangat penting dalam mengisi pembangunan. Dalam negara manapun remaja adalah penerus pembangunan.

dekimian halnya juga di indonesia, tidak terlepas dari hal ini.  merosotnya moral generasi muda dalam hal ini remaja, merupakan pertanda akan akan merosotnya moral anak bangsa.

dewasa ini sangat tidak bisa dipungkiri, ketidak mampuan remaja dalam filterisasi budaya yang datang dari luar merupakan penyebab merosotnya moral para penerus tonggak bangsa ini. belum lagi lingkungan dimana mereka tinggal yang terkadang tidak mendukung pembentukan moral mereka. Para anak remaja dewasa ini lebih mencintai budaya yang didatangkan dari luar.

Media massa merupakan salah satu faktor penting yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan kepribadian anak-anak remaja. Pemutaran  film-film yang kurang mendidik moral generasi sangat di sayangkan. Dapat kita saksikan setiap hari di layar tv adegan-adegan yang sama sekali merusak moral anak-anak remaja bangsa ini. Apalagi anak-anak yang masih belia sudah akting pacaran dalam film. Sadar atau tidak semua itu sangat berpengaruh bagi generasi bangsa ini. sehingga tidak jarang setiap hari kita mendengar terjadi kasus asusila di kalangan anak remaja, tragisnya lagi terjadi pada anak usia SD. sering kita dengar bahwa si A yang nota bene adalah anak usia SD dan SMP melakukan kasus asusila terhadap temannya yang sama adalah SD maupun SMP juga, ketika di tanya sering mereka jawab bahwa mereka meniru adegan ciuman yang di tayangkan pada film-film. bahkan lebih rusaknya lagi, anak-anak remaja dewasa ini tidak jarang kita saksikan mereka berjalan dan berciuman dengan lawan jenisnya yang sama sekali bukan saudaranya, itu terjadi didepan umum, mereka menganggap seolah-olah itu hal yang biasa, demikian juga dengan orang-orang yang menyaksikan hal itu, seakan mereka menutup mata dengan hal itu.

Semestinya, dalam menampilkannya, baik di film-film maupun di media massa seharusnya lebih memperlihatkan budaya yang baik untuk ditiru oleh generasi bangsa ini, harus banyak mengandung pesan moral yang bermanfaat, bukan sebaliknya membuat kepribadian generasi bangsa ini keluar dari etika dan norma. juka hal ini akan terus di biarkan, maka bukan suatu keniscayaan akan hancurnya bangsa ini.

Yang lebih parah lagi adalah terjadi di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi yang merupakan agen of change. Dapat kita lihat hampir 75 %  mahasiswa baik diperguruan tinggi negeri maupun swasta, menggunakan busana yang tidak patut untuk dipakai dalam menuntut ilmu. Para pengajar juga seakan-akan melihatnya sebagai hal yang suatu hal yang baik, pada hal secara yuridis sangat bertentangan dengan aturan akademik.

Penggunaan busana yang terkadang memperlihatkan sebagian dari anggota tubuh mahasiswa maupun pelajar, busana yang kecil ukurannya.

Mendewakan akal,  juga merupakan suatu faktor yang berpengaruh terhadap kepribadian anak remaja. Kebebasan berpikir yang tanpa di landasi dengan norma dan etika agama yang memadai ini, banyak membuat kalangan anak remaja menjadi kurang beretika. Hal ini dapat kita lihat keberanian mereka dalam membantah perkatan serta nasihat mereka orang tua.

Keluarga juga terkadang membuat anak remaja menjadi kurang beretikan. pendidikan dalam keluargalah yang  merupakan faktor penting dalam pembentukan kepribadian anak remaja. karena banyak waktu yang tersedia dalam keluarga.

Melihat beberapa fenomena di atas, maka sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk membuka mata dan melihat masalah ini. Pada kesempatan ini, penulis mencoba memberikan saran untuk menjawab masalah degradasi moral remaja bangsa ini. Adapun solusi penulis antara lain:

  • Pembatasan media elektronik maupun media cetak yang bersifat hedonis untuk kalangan remaja
  • Perlunya sosialisasi budaya busana yang beretika pada anak remaja
  • Perlunya penegakkan aturan berbusana yang relevan untuk lembaga baik formal maupun non formal dalam dunia pendidikan
  • Perlunya peningkatan peranan pendidikan dalam keluarga
  • Peningkatan peranan fungsi kontrol sosial yang tinggi terhadap remaja
  • peningkatan peranan lembaga-lembaga agama
  • perlunya peran dan fungsi lembaga pemerintah maupun swasta untuk melakukan fungsi kontrol terhadap pergaulan anak remaja
  • dan lain-lain

Oleh : Kaindea

Mahasiswa Universitas Pattimura

Proram Study Pendidikan Sejarah

Tulisan ini sebagai keprihatinan penulis akan degradasi moral generasi bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: